Menu

Wujudkan Bali Bersih dan Bebas Sampah, TP PKK Provinsi Bali Gelar Sosialisasi PSBS di Denpasar Selatan

  • Kamis, 05 Juni 2025
  • 1451x Dilihat

Denpasar Selatan, 5 Juni 2025 — Dalam upaya mendukung terwujudnya Bali yang bersih, sehat, dan berkelanjutan, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali yang juga Duta Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS) Palemahan Kedas (PADAS), Ny. Putri Suastini Koster, melaksanakan sosialisasi PSBS kepada para pemangku kepentingan di wilayah Kecamatan Denpasar Selatan. Kegiatan berlangsung di Kantor Camat Denpasar Selatan dan diikuti oleh Perbekel/Lurah, unsur Desa Adat, Pasikian Krama Istri (PAKIS), serta pengurus TP PKK se-Kecamatan Denpasar Selatan.

Dalam sambutannya, Ny. Putri Suastini Koster menegaskan kembali pentingnya perubahan paradigma dalam pengelolaan sampah, khususnya dimulai dari sumbernya. Ia menyampaikan bahwa kendala utama dalam implementasi kebijakan pengelolaan sampah bukan terletak pada kurangnya regulasi, namun pada rendahnya tingkat kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat.

“Pemerintah Provinsi Bali telah mengeluarkan berbagai regulasi strategis dalam enam tahun terakhir. Namun, kesuksesan pelaksanaannya sangat bergantung pada kesadaran kolektif masyarakat. Mari kita ubah pola pikir dari membuang ke memilah dan mengolah,” tegas beliau.

Sosialisasi ini menjadi bagian penting dari gerakan menyeluruh dalam mendukung visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, khususnya dalam aspek pelestarian lingkungan hidup melalui pengelolaan sampah berbasis sumber yang ramah lingkungan, berkelanjutan, dan bertanggung jawab.

Sekretaris Camat Denpasar Selatan, Ni Komang Pendawati, S.STP., M.Si., dalam kesempatan yang sama menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Denpasar, khususnya Kecamatan Denpasar Selatan, menyambut baik dan mendukung penuh program PSBS sebagai bagian integral dari upaya mewujudkan lingkungan yang bersih dan berkualitas.

“Permasalahan sampah tidak bisa diselesaikan hanya oleh pemerintah. Diperlukan keterlibatan aktif seluruh komponen masyarakat, mulai dari rumah tangga, banjar, desa adat, hingga lembaga sosial kemasyarakatan,” ujar Pendawati.

Beliau juga mengajak seluruh peserta yang hadir untuk menjadi motor penggerak perubahan di lingkungannya masing-masing, sekaligus menjadi contoh nyata dalam penerapan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan seluruh jajaran pemerintahan di tingkat desa/kelurahan serta unsur adat dan lembaga perempuan mampu membangun kesadaran bersama dan menjadi agen perubahan dalam pengelolaan sampah di wilayahnya, menuju Denpasar Selatan yang bersih, hijau, dan berdaya saing lingkungan.