Menu

Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pasikian Yowana Denpasar Selatan Tanam Mangrove dan Transplantasi Terumbu Karang di Pura Sakenan

  • Kamis, 05 Juni 2025
  • 1731x Dilihat

Denpasar Selatan, 5 Juni 2025 — Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pasikian Yowana Denpasar Kecamatan Denpasar Selatan menyelenggarakan kegiatan pelestarian lingkungan berupa penanaman mangrove dan transplantasi terumbu karang yang dilaksanakan di kawasan suci Pura Dalem Sakenan, Desa Adat Serangan.

Kegiatan yang mengusung tema “Alam Lestari, Budaya Terjaga, Generasi Muda Berdaya” ini merupakan bentuk nyata kontribusi generasi muda dalam menjaga keseimbangan alam dan pelestarian kearifan lokal. Aksi ini bertujuan untuk mendukung pelestarian ekosistem pesisir sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan hidup sebagai bagian dari warisan budaya dan spiritual Bali.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Pemerintah Kecamatan Denpasar Selatan sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan ekologis yang dipelopori oleh generasi muda. Kehadiran unsur pemerintah ini menjadi cerminan sinergi antara masyarakat adat, organisasi kepemudaan, dan instansi pemerintahan dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, perwakilan Pemerintah Kecamatan Denpasar Selatan menyampaikan apresiasi atas inisiatif dan kepedulian para yowana terhadap kelestarian alam, khususnya kawasan pesisir yang memiliki nilai ekologis tinggi. Pemerintah Kecamatan juga mendorong kegiatan serupa terus digalakkan di berbagai wilayah sebagai bagian dari gerakan kolektif menjaga kelestarian lingkungan.

Kawasan Pura Dalem Sakenan dipilih sebagai lokasi kegiatan karena tidak hanya memiliki kekayaan alam berupa hutan mangrove dan terumbu karang, namun juga mengandung nilai spiritual yang tinggi bagi masyarakat Bali. Penanaman mangrove diyakini mampu menahan abrasi, mendukung kehidupan biota laut, serta memperkuat ekosistem pantai. Sementara transplantasi terumbu karang merupakan langkah strategis untuk memulihkan habitat bawah laut yang terdegradasi.

Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, kegiatan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk terus berperan aktif dalam upaya pelestarian lingkungan.

Mari rawat bumi dimulai dari lingkungan kita sendiri, demi harmoni antara manusia, alam, dan budaya.